Rebellio, Mika, dan Senja
Setelah beberapa minggu belakangan Ibu begitu takut untuk ketemu Rebellio lantaran takut ditolak, akhirnya hari Sabtu kemarin Ibu berkunjung ke rumah Akung dan Uti. Seperti biasa, Rebellio menolak dipeluk Ibu. Jangankan dipeluk, disentuh aja Rebellio nggak mau. Ibu sedih, tapi ibu tetap berusaha untuk menahan air mata.
Seiring detik berjalan, Rebellio mulai cari-cari perhatian Ibu. Sebenarnya Rebellio ini pengen dekat Ibu, tapi Rebellio gengsi entah kenapa. Iya kan, Nak? Tapi dengan gerak-gerik Rebellio yang salah tingkah itu, Ibu jadi gemes pengen peluk Rebellio erat-erat dan cium pipi bapaonya. Sayangnya Rebellio masih belum mau disentuh.
Rebellio bercerita tentang sekolahnya, apa yang dibawa di dalam tas Ben 10-nya, apa yang ditulis dan digambar di sekolah, sampai tentang cewe cantik bernama Mika. Mika cantik, Rebellio bilang, dia gemes sama Mika. Rebellio pegang tangan Mika. Rebellio bercerita sambil tersipu-sipu malu, lucu sekali.
Senja itu, kami lihat kawanan burung beterbangan berkeliling di atas rumah. Indah sekali. Langit biru-jingga dengan sedikit awan berarak itu menambah indahnya senja Ibu bersama Rebellio. Ibu yakin, suatu saat Ibu bisa bersama Rebellio, menemani dan merawat Rebellio dengan tangan Ibu sendiri.
be strong sist…
karna q yakin dia tetap membutuhkanmu
smua ada saatnyah